Pengajian Kajian Tgk.Hasanuddin,SH.,MH
Berikut penjelasan secara rinci tentang makna bacaan dalam shalat, mulai dari takbir hingga salam, beserta rujukannya:
1. Takbiratul Ihram (Allahu Akbar)
Makna:
"Allah Maha Besar."
Saat membaca takbiratul ihram, kita memulai shalat dengan mengagungkan Allah dan meninggalkan segala hal selain-Nya. Ini adalah deklarasi totalitas bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
Rujukan:
Al-Qur'an: "Dan agungkanlah Tuhanmu (dengan memuji-Nya)." (QS. Al-Muddatstsir: 3)
Hadis: "Kunci shalat adalah bersuci, pembukaannya adalah takbir, dan penutupnya adalah salam." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
2. Doa Iftitah (Subhanaka Allahumma... atau doa lainnya)
Makna:
Mengagungkan, memuji, dan menyucikan Allah. Doa iftitah merupakan bentuk pengakuan atas kesempurnaan Allah dan kekurangan diri manusia.
Rujukan:
Hadis: "Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memulai shalatnya dengan membaca: Subhanakallahumma wa bihamdika..." (HR. Muslim)
3. Al-Fatihah
Makna:
Surah Al-Fatihah adalah inti dari shalat, berisi:
Pengagungan kepada Allah (ayat 1-4): Mengakui Allah sebagai Rabb semesta alam, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Pemilik Hari Pembalasan.
Permohonan hidayah (ayat 5-7): Memohon petunjuk jalan yang lurus dan menghindari jalan orang yang dimurkai dan sesat.
Rujukan:
Al-Qur'an: "Dan Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (Al-Fatihah)." (QS. Al-Hijr: 87)
Hadis Qudsi: "Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Setengah untuk-Ku dan setengahnya lagi untuk hamba-Ku." (HR. Muslim)
4. Rukuk (Subhana Rabbiyal Azim)
Makna:
Menyatakan keagungan Allah yang Maha Besar dan mengakui kelemahan diri di hadapan-Nya.
Rujukan:
Al-Qur'an: "Dan bertasbihlah sambil rukuk kepada Tuhanmu yang Maha Besar." (QS. Al-Hajj: 77)
Hadis: "Ketika rukuk, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca: Subhana Rabbiyal ‘Azim." (HR. Muslim)
5. I'tidal (Sami’allahu Liman Hamidah)
Makna:
"Allah mendengar siapa yang memuji-Nya." Bacaan ini mengajarkan bahwa Allah Maha Mendengar setiap pujian dan doa hamba-Nya.
Rujukan:
Hadis: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: Sami’allahu liman hamidah." (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Sujud (Subhana Rabbiyal A’la)
Makna:
Menyucikan Allah yang Maha Tinggi, sekaligus menunjukkan kerendahan hati sebagai hamba. Sujud adalah posisi terdekat antara hamba dan Allah.
Rujukan:
Al-Qur'an: "Bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi." (QS. Al-A’la: 1)
Hadis: "Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud." (HR. Muslim)
7. Duduk di antara dua sujud (Rabbighfirli, warhamni, dst.)
Makna:
Memohon ampunan, rahmat, dan petunjuk dari Allah. Doa ini menunjukkan harapan seorang hamba kepada Allah.
Rujukan:
Hadis: "Nabi mengucapkan ketika duduk di antara dua sujud: Rabbighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, wahdini, wa ‘afini, warzuqni." (HR. Tirmidzi)
8. Tasyahud
Makna:
Tahiyyat (Attahiyyatu lillahi...): Memuji Allah dan menyampaikan salam kepada Rasulullah.
Shalawat (Allahumma shalli ‘ala...): Bershalawat kepada Nabi Muhammad dan memohon keberkahan untuk beliau dan keluarganya.
Rujukan:
Hadis: "Jika salah seorang dari kalian duduk dalam shalat, maka ucapkan: Attahiyyat lillahi was-shalawatu wa-thayyibat..." (HR. Bukhari dan Muslim)
9. Salam (Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah)
Makna:
Mengakhiri shalat dengan menyampaikan salam keselamatan kepada para malaikat, orang-orang di sekitar, dan seluruh makhluk.
Rujukan:
Hadis: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Kesimpulan
Makna bacaan dalam shalat mengandung nilai tauhid, pengakuan atas keagungan Allah, doa, dan harapan. Bacaan ini adalah bentuk komunikasi langsung seorang hamba dengan Rabb-nya. Semua bacaan memiliki dasar dari Al-Qur'an dan hadis, menunjukkan kesempurnaan syariat Islam.
Jika ada yang ingin dijelaskan lebih rinci, silakan beri tahu!
Redaksi: Islamictekhnotv.com
Posting Komentar untuk "Makna Bacaan dalam shalat untuk lebih Kusyuk"